Solskjaer Banyak Uban, Stres Berat di MU

Liga Bintang Lounge Mantan manajer Inggris, Sam Allardyce, buka suara soal nasib Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Allardyce menilai Solskjaer saat ini tengah stres berat lantaran MU tak kunjung menampilkan performa terbaik, padahal tekanan yang datang sangat tinggi.

Mantan manajer Inggris, Sam Allardyce, buka suara soal nasib Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Big Sam bahkan berkelakar kalau tingkat stres Solskjaer terlihat dari rambutnya yang banyak uban. Dari situ, Allardyce mengira kalau Solskjaer susah bertahan menghadapi tekanan di MU.

“Lihat saja rambutnya. Ole cuma bisa bertahan dengan staf dan menempatkan pemainnya dalam jalur yang benar,” ujar Allardyce dilansir The Sun.

Mantan manajer Inggris

Staf Solskjaer juga salah

Apa yang terjadi di MU, dikatakan Allardyce, bukan salah Solskjaer saja. Tapi, staf di belakang Solskjaer juga bertanggung jawab. Allardyce menilai seharusnya Solskjaer memilih staf yang tepat, bisa memberi masukan kritis terkait performa tim.

“Saya tak akan bisa sukses tanpa staf terbaik. Anda harus merekrut staf yang memang layak ditempatkan di sana, agar bisa meningkatkan performa tim. Kritik datang dan pujian dilayangkan untk manajer, tapi semua datang dari staf juga,” kata Allardyce LigaBintang

Saran yang mustahil dijalankan

Satu saran dilayangkan Allardyce buat Solskjaer. Namun, dia percaya kalau saran itu akan sulit dilakukan karena kultur di MU yang susah buat digeser. “Kalau saya jadi Ole, dari sisi internal akan diganti. Tapi, itu mustahil. Kini, cukup fokus secara internal dan buang pengaruh dari luar. Diskusi dengan baik bersama staf, mereka itu sangat penting,” ujar Allardyce.

MU masih keras kepala

Posisi Solskjaer di MU memang sedang tersudut. Kekalahan dari Manchester City membuat fans MU kian marah dan meminta manajemen memecatnya.

Namun, manajemen Setan Merah bersikeras untuk mempertahankan Solskjaer. Akibat sikap yang keras, MU sampai kehilangan Antonio Conte karena pada akhirnya merapat ke Tottenham Hotspur. LigaBintang

Baca Juga: Agar Nasib Xavi Tidak Seperti Lampard dan Solskjaer

Seseorang boleh saja menjadi legenda klub sebagai pemain. Namun, ketika dia kembali ke klub tersebut sebagai manajer, kesuksesan belum tentu mengiringi. Hal itu berpotensi dialami oleh Xavi Hernandez di Barcelona.

Xavi baru saja diresmikan menjadi pelatih baru Barcelona, mengisi kursi kosong usai Ronald Koeman dipecat. Dengan segudang pengalamannya kala menangani Al-Sadd, Xavi dipercaya dapat membuat Barcelona kuat lagi seperti dulu. Apalagi, Al-Sadd juga banyak meraih prestasi bersama Xavi di Qatar.

Namun, tetap saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Xavi. Banyak legenda yang pada akhirnya gagal meraih prestasi, ketika kembali ke klubnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *